Berita

Menumbuhkan Kecintaan Bahasa Daerah Sejak Dini

Dua belas jam perjalanan dari Kalimantan Timur ke Jakarta Timur tak membuat Jumariah lelah. Perempuan yang karib disapa Bunda Ijum ini tampak energik mendongeng di hadapan murid-muridnya dalam acara Festival Kreativitas Anak Usia Dini 2017.

Bunda Ijum merupakan satu dari 217 guru PAUD yang membacakan cerita dongeng ke 1.646 anak, menggunakan 53 cerita berbahasa daerah yang dibukukan. Jumlah peserta sebanyak itumemecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori membacakan buku cerita berbahasa ibu terbanyak. Ada pula festival tarian dengan berbagai kostum yang diikuti oleh 470 anak dari berbagai daerah.

“Kami turut menyumbang tarian asli Paser, Ronggeng Paser selain membacakan cerita dalam bahasa ibu (bahasa daerah),” kata Ijum di Jakarta, Rabu (10/5).

Acara yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu diselenggarakan di Puri Ardhya Garini Halim Perdana Kusuma, Rabu (10/5). Bunda Ijum bersama lima muridnya dari TK Negeri Pembina Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur diundang langsung Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikbud.

Menurul Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud Ella Yulaelawati, penerbitan buku dan kegiatan mendongeng dengan bahasa ibubertujuan memudahkan komunikasi dan interaksi. Acara itu sekaligus menunjang perkembangan kemampuan berbahasa, sosial, serta kognitif anak usia dini.

“Tentunya acara ini untuk menumbuhkan kecintaan bahasa daerah sedari dini,” ujarnya.

Bahasa berperan penting dalam pendidikan dan keterpaduan sosial. Melalui pengenalan bahasa ibu dalam keseharian, anak-anak bisa lebih mendengarkan, memahami, dan berbicara dalam berbagai cara serta ekspresi.

“Penuturan dongeng bahasa daerah ini diharapkan dapat membangun karakter anak dengan melibatkan petuah kearifan lokal daerah masing-masing,” tuturnya.

Sebanyak 53 cerita berbahasa ibu yang dibukukan, termasuk dalam bahasa Padang Solok, Sukabumi, Serang, dan Ambon. Penerbitan bukumemberi kesempatan kepada anak yang memiliki kecerdasan linguistik (bahasa) untuk menyampaikan cerita dengan cara menyenangkan. Tema yang dipilih pun dekat dengan kehidupan anak-anak seperti kisah buah-buahan.

Sementara, untuk menarik minat anak terhadap cerita, buku diterbitkan dalam kemasan menarik dengan banyak ilustrasi. Tidak hanya buku cerita, bahan belajar juga ditampilkan dalam bentuk lagu serta video tari.

“Kami ingin mendorong guru dan penutur asli bahwa kegiatan ini bukan sekadar belajar bahasa daerah, melainkan ruang untuk mengenal bahasa asli,” ucap Ella.

Alamat Kami

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Kabupaten Sumbawa Barat

Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah KTC 
Jl. Bung Karno Taliwang Sumbawa Barat NTB, 84355

Sahabat Media Pendidikan

Pengunjung

Hari ini : 17

Kemarin : 23

Minggu ini : 95

Bulan ini : 368

Semuanya : 1747

Hak Cipta © Tim ICT Dinas Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2017.