Berita

Yth Bapak & Ibu operator Dapodik PAUD dan Dikmas Satuan Pendidikan dan Dinas Kabupaten/Kota,

Grafik diatas menunjukkan data sebaran lokasi satuan pendidikan PAUD dan Dikmas (TK, KB, TPA, SPS, PKBM, LKP dan SPS) di seluruh Indonesia. Kebanyakan data yang berada pada wilayah daratan negara Indonesia tampaknya sudah menunjukkan koordinat dan lokasi dari satuan pendidikan tersebut, tetapi beberapa data yang nampak berada pada di wilayah lautan negara Indonesia dan bahkan di luar wilayah Indonesia tampaknya belum menunjukkan koordinat dan lokasi sesungguhnya dari satuan pendidikan tersebut.

Satuan Pendidikan PAUD dan Dikmas yang Koordinat Lintang dan Bujurnya berada di sekitar Teluk Guinea.

Selain koordinat lintang bujur yang belum menunjukkan lokasi sebenarnya, beberapa data luas tanah pada satuan pendidikan PAUD dan Dikmas juga tampaknya belum menunjukkan luas tanah yang sebenarnya.

Visualisasi perbandingan luas tanah milik pada Data Pokok Pendidikan PAUD dan Dikmas

Grafik diatas menunjukkan besaran luas tanah milik yang terdata pada Dapodik PAUD dan Dikmas, dimana setiap satuan pendidikan diwakili dengan sebuah lingkaran dan besar luas lingkarannya mewakili luas tanah milik dibandingkan dengan satuan pendidikan lainnya. Terdapat beberapa satuan pendidikan yang luas tanah miliknya tampak jauh lebih besar daripada satuan pendidikan yang lain dan tampaknya belum menggambarkan kondisi luas tanah milik sebenarnya

Karena data koordinat lintang dan bujur serta luas tanah milik sangat berguna untuk berbagai keperluan perencanaan  terutama bagi pemberian bantuan sarana dan prasarana dan untuk meningkatkan kualitas Data Pokok Pendidikan secara keseluruhan, dimohon kepada:

  • Bapak/Ibu Operator Dapodik Satuan Pendidikan untuk dapat memeriksa dan memperbaiki data koordinat lintang dan bujur pada satuan pendidikannya masing-masing.
  • Bapak/Ibu Operator Dapodik Kabupaten/Kota untuk memverifikasi dan melakukan perbaikan data luas tanah (milik maupun bukan milik), Operator Dapodik Satuan Pendidikan juga dimohon untuk proaktif memberikan data luas tanah milik maupun bukan milik yang akurat kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Perbaikan data tersebut diatas dapat dilakukan melalui aplikasi Verifikasi dan Validasi Satuan Pendidikan (VervalSP) yang dapat diakses pada alamat http://vervalsp.data.kemdikbud.go.id cara melakukan perbaikan data pada aplikasi VervalSP dapat dilihat pada tautan ini

Salam Satu Data.

Terima Kasih.

Ketika anak larut pada kemajuan teknologi, dan enggan berintraksi dengan orang tua hal ini agaknya menimbulkan banyak masalah. Salah satunya komunikasi yang berjalan tidak efektif dan kecenderungan negatif lainnya yang diakibatkan dengan tontonan di media internet.

Pendongeng Profesional Awam Prakoso menyikapi hal itu lebih mengajak orang tua lebih kreatif dalam menyikapinya. “Pertama untuk orang tua atau guru, ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu kecintaan kita pada anak, refrensi cerita dan kebiasaaan,”ujarnya saat ditemui di Jakarta,Rabu(10/5).

Kecintaan adalah hal yang perlu ditanamkan bagi orangtuadan guru untuk mendongeng harus tumbuh sebab bila terpaksa makna dan pesan dongeng tidak akan tersampaikan dengan baik. Selain itu refrensi cerita juga perlu digali, banyak cerita yang bisa didapat dari kemajuan internet saat ini.

Tips bagi anak yang terlanjur sudah terkontaminasi dengan teknologi atau gadget adalah dengan mendampingi anak menggunakan gadget tersebut. “Disitu bisa arahkahkan membuka situs cerita atau dongeng, dan kalau sudah masuk ke-cerita, dan kita bisa ceritakan dongeng,”katanya.

Soal refrensi tidak melulu harus cerita dongeng, pengalaman kita sebagai orang tua dan guru juga bisa kita ceritakan dengan penyampaian yang logis dandengan bahasa sederhana.

Setelah keduanya sudah mulai dilakukan, tinggal bagaimana pembiasaan dan seberapa sering kegiatan ini dilakukan. “Jangan capek, mendongeng adalah mendidik dengan cara yang baik, pesan dan informasi baru bagi anak juga sarat dalam dongeng,”katanya.

Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemmendikbud), Ella Yulaelawati mengatakan, mendongeng dengan bahasa ibu agaknya dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi anak.

“ini akan membentuk karakter anak karena melibatkan rasa, selera, petuah dan kearifan lokal. Selain Anak memahami makna mereka sejak dini juga akan terlatih dalam pemahaman kebudayaan dan keaksaraan,”ujarnya.

Kemendikbud pada kesempatan itu juga neuncurkan 50 buku berbahasa daerah untuk siswa PAUD. Ella mengatakan dengan buku seperti ini diharap akan menumbuhkan kreativitas guru.

Dua belas jam perjalanan dari Kalimantan Timur ke Jakarta Timur tak membuat Jumariah lelah. Perempuan yang karib disapa Bunda Ijum ini tampak energik mendongeng di hadapan murid-muridnya dalam acara Festival Kreativitas Anak Usia Dini 2017.

Bunda Ijum merupakan satu dari 217 guru PAUD yang membacakan cerita dongeng ke 1.646 anak, menggunakan 53 cerita berbahasa daerah yang dibukukan. Jumlah peserta sebanyak itumemecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori membacakan buku cerita berbahasa ibu terbanyak. Ada pula festival tarian dengan berbagai kostum yang diikuti oleh 470 anak dari berbagai daerah.

“Kami turut menyumbang tarian asli Paser, Ronggeng Paser selain membacakan cerita dalam bahasa ibu (bahasa daerah),” kata Ijum di Jakarta, Rabu (10/5).

Acara yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu diselenggarakan di Puri Ardhya Garini Halim Perdana Kusuma, Rabu (10/5). Bunda Ijum bersama lima muridnya dari TK Negeri Pembina Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur diundang langsung Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikbud.

Menurul Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud Ella Yulaelawati, penerbitan buku dan kegiatan mendongeng dengan bahasa ibubertujuan memudahkan komunikasi dan interaksi. Acara itu sekaligus menunjang perkembangan kemampuan berbahasa, sosial, serta kognitif anak usia dini.

“Tentunya acara ini untuk menumbuhkan kecintaan bahasa daerah sedari dini,” ujarnya.

Bahasa berperan penting dalam pendidikan dan keterpaduan sosial. Melalui pengenalan bahasa ibu dalam keseharian, anak-anak bisa lebih mendengarkan, memahami, dan berbicara dalam berbagai cara serta ekspresi.

“Penuturan dongeng bahasa daerah ini diharapkan dapat membangun karakter anak dengan melibatkan petuah kearifan lokal daerah masing-masing,” tuturnya.

Sebanyak 53 cerita berbahasa ibu yang dibukukan, termasuk dalam bahasa Padang Solok, Sukabumi, Serang, dan Ambon. Penerbitan bukumemberi kesempatan kepada anak yang memiliki kecerdasan linguistik (bahasa) untuk menyampaikan cerita dengan cara menyenangkan. Tema yang dipilih pun dekat dengan kehidupan anak-anak seperti kisah buah-buahan.

Sementara, untuk menarik minat anak terhadap cerita, buku diterbitkan dalam kemasan menarik dengan banyak ilustrasi. Tidak hanya buku cerita, bahan belajar juga ditampilkan dalam bentuk lagu serta video tari.

“Kami ingin mendorong guru dan penutur asli bahwa kegiatan ini bukan sekadar belajar bahasa daerah, melainkan ruang untuk mengenal bahasa asli,” ucap Ella.

Alamat Kami

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Kabupaten Sumbawa Barat

Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah KTC 
Jl. Bung Karno Taliwang Sumbawa Barat NTB, 84355

Sahabat Media Pendidikan

Pengunjung

Hari ini : 17

Kemarin : 23

Minggu ini : 95

Bulan ini : 368

Semuanya : 1747

Hak Cipta © Tim ICT Dinas Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2017.