Pembukaan Kegiatan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berbasis Zonasi

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumbawa Barat melaksanakana kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berbasis Zonasi. Kegiatan ini sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui DIPA Direktorat Jenjderal Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun Anggaran 2019 yang melibatkan beberapa komponen diantaranya Dinas Dikpora dalam hal ini Bidang Pembinaan Ketenagaan Selaku Penanggungjawan kegiatan, Pengawas TK/SD, Pusat Belajar, Guru Inti, Guru Sasaran.

Kegiatan PKP ini merupakan program yang bertujuan untuk meningkatan komptensi siswa melalui pembinaan guru dalam merancang, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada keteramplan berfikir tingkat tinggi (Higer Order thinking Skil/HOTS).

Kegiatan ini diikuti oleh 240 Guru Sasaran yang terbagi dalam 8 Pusat Belajar jenjang Sekolah Dasar yakni SDN Telaga Baru, SDN Sapugara, SDN 14 Taliwang, SDN 2 Setelek, SDN Senayan, SDN 1 Jereweh, SDN Goa, dan SDN 1 Sekongkang, serta 4 Pusat Belajar Jenjang Taman Kanak-Kanak yakni di TKN Negeri Pembina, TKN 2 Seteluk, dan TKN 1 Maluk yang lansung dibuka secara resmi oleh Bapak Drs. H. Mukhlis, M.Si selaku Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat di Aula SMA Negeri 1 Taliwang dari tanggal 10 Oktober sampai dengan 3 November 2019.

HERMANTO, S.Pd.,M.M (Kabid Pembinaan Ketenagaan Selaku Penanggungjawab Kegiatan)

Pelaksanaan Program PKP dirancang dalam bentuk pelatihan berjenjang mulai dari Pembekalan Narasumber Nasional, Instruktur Provinsi/Kabupaten/Kota, dan Guru Inti yang masing-masing memiliki pola
60 Jam Pelajaran (JP), dan Pelatihan Guru Sasaran dengan pola 82 JP (dengan pola In-On-In).

Program PKP dilaksanakan dengan pola pembelajaran sebagai berikut.

  1. Pelaksanaan In (in service learning)
    Pada kegiatan In, peserta dan guru inti akan melakukan pertemuan tatap muka di Sekolah Inti atau tempat lain yang telah ditetapkan. Selama kegiatan ini, partisipasi dan sikap peserta selama kegiatan berlangsung dinilai oleh guru inti sebagai salah satu unsur penilaian kegiatan peningkatan kompetensi pembelajaran berbasis zonasi. Hasil yang diharapkan selama kegiatan In disesuaikan dengan materi yang disampaikan, baik teori maupun praktik, serta tagihan yang harus dikerjakan oleh peserta.
  2. Pelaksanaan On (on the job learning)
    Peserta On adalah guru yang telah mengikuti kegiatan In-1 dan In-2. Setiap kegiatan On dilakukan di sekolah masing-masing peserta selama lebih kurang 1 minggu atau setara dengan 10 JP (asumsi 2JP/hari). Selama kegiatan On, peserta mendapatkan supervisi dari pengawas sekolah. Hasil yang diharapkan selama kegiatan On disesuaikan dengan praktik yang harus dilakukan peserta, serta tagihan yang harus dikerjakan selama kegiatan.
  3. Pendampingan
    Pendampingan adalah proses fasilitasi yang dilakukan oleh fasilitator (NS/IK) dan guru inti kepada peserta selama kegiatan berlangsung. Proses pendampingan akan dilakukan oleh fasilitator kepada guru inti dan peserta secara full online, dan fasilitasi dari guru inti ke peserta secara blended (kegiatan tatap muka pada In dan online pada On). Proses pendampingan difasilitasi dengan kelas online di Learning Management System (LMS) yang dapat diakses selama pembelajaran berlangsung. Pada kelas ini, guru inti danpeserta dapat melakukan proses pembelajaran secara online melalui konten pembelajaran yang sudah dikembangkan secara terstruktur seperti pola pembelajaran pada serta mengirimkan semua laporan administratif dan akademisnya melalui tools yang sudah disediakan.
  4. . //red.GTK_Crew

Berita Selanjutnya